Kamis, 03 November 2011

Launching Terumbu Karang Buatan PIRAMID Angsana


Eko Prio Raharjo Shandy, S.Pi
 Terumbu karang buatan (TKB) merupakan suatu upaya untuk memperbaiki kondisi terumbu karang dan melestarikan biota-biota yang hidup bersimbiosis dengannya.  Biota-biota tersebut diantaranya seperti ikan-ikan, alga, ganggang, anemone, kepiting, udang-udangan dan lain sebagainya.  Dengan adanya terumbu karang buatan ini, diharapkan akan membawa dampak terhadap lingkungan terumbu karang khususnya dan kelimpahan atau terbentuknya suatu ekosistem baru bagi jenis-jenis ikan yang ada di perairan laut.  Ada berbagai macam bentuk terumbu karang buatan, yang salah satunya bentuk “pyramid”.  Bentuk ini mempunyai keunggulan mempunyai  daya tahan terhadap gempuran arus dan gelombang karena mempunyai bagian dasar yang relative lebih besar dari pada bagian atasnya.

Tepatnya Sabtu, tanggal 20 februari 2010, masyarakat desa Angsana Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu telah melabuh sebanyak 21 (dua puluh satu) buah terumbu karang buatan bentuk pyramid yang telah dibuat selama beberapa bulan sebelumnya.  Terumbu karang ini terbuat dari beton (semen) yang diberi kawat betoniser (sebagai tulang) untuk penguat fisiknya.  Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Tenaga Ahli Pendamping, Pokmaswas Karang Kima, Penyuluh Perikanan, Pemuda Sahabat Laut (PSL), Aparat Desa dan Karang Taruna. 

TKB Piramid siap yang diceburkan
Guna kelancaran kegiatan tersebut, sarana ditunjang dengan perahu motor dan peralatan scuba yang lengkap disertai peralatan underwater camera untuk dokumentasi selama kegiatan berlangsung juga peralatan pendukung lainnya.  Piramid ini berukuran 50 x 50 x 60 cm (p x l x t), dengan berat antara 40 – 60 kg per buah, yang dicetak menggunakan alat pencetak yang dirancang secara khusus oleh masyarakat Angsana.

Kegiatan ini merupakan bantuan pemerintah pusat yakni Dirjen Konservasi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) Departemen Kelautan dan Perikanan tahun anggaran 2009 melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Tanah Bumbu, yang diberikan secara langsung kepada Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) “Karang Kima” yang ada di desa Angsana pada kegiatan PNPM-KP Tahun 2009.  Kegiatan ini dimaksudkan agar bisa menumbuhkembangkan kesadaran betapa pentingnya pelestarian sumberdaya hayati kelautan dan perikanan yang ada di daerah-daerah yang mempunyai wilayah pesisir khususnya.

Pada ke4 bagian sisi pyramid ini diberi lobang masing-masing 3 buah, sehingga total lobang sebanyak 12 buah per buah pyramid.  Lobang-lobang ini dimaksudkan sebagai pintu bagi ikan-ikan keluar dan masuk untuk bersarang di dalam pyramid.
Piramid-piramid tersebut diletakkan berdekatan dengan Karang Kima, salah satu gugusan karang yang terbesar di Angsana.

Setelah 15 hari kemudian dilakukan monitoring, pada saat monitoring pada permukaan pyramid sudah ditumbuhi alga dan sudah ada gerombolan ikan yang terkumpul, diantaranya dari family Lutjanidae, Lethrinidae, Labridae, Scaridae, Pomacentridae dan Tetraodontidae.  (echo).

Kondisi pada saat monitoring setelah 1 bulan launching
SAVE OUR CORAL REEFS…!!!
Untuk Anak dan Cucu Kita…!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar