Jumat, 04 November 2011

Launching Demplot Penyuluh Perikanan : "Transplantasi Karang Metode Lepas Dasar"


Terumbu karang merupakan kumpulan biota-biota laut yang membentuk suatu ekosistem di perairan laut yang dangkal.  Walaupun terumbu karang sangat lambat pertumbuhannya, namun bisa kita budidayakan dengan cara mencangkok atau yang lebih dikenal dengan istilah “transplantasi”.  Transplantasi karang ini banyak macam atau metodenya, diantaranya transplantasi metode rak besi, metode tancap/patok, dan ada pula metode rantai.  Namun saat ini yang paling sering dilakukan oleh masyarakat/instansi biasanya metode rak besi ini, namun biayanya lumayan mahal. 

Kondisi subtrat yang sudah siap dilaunching ke dasar laut
Demplot atau percontohan transplantasi karang metode dasar ini dilakukan oleh penyuluh perikanan desa Angsana, sebagai wujud kepedulian terhadap rehabilitasi terumbu karang dengan dana swadaya dengan melibatkan nelayan setempat seperti Kelompok Nelayan, Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS), tokoh masyarakat, aparat desa, Karang Taruna dan tidak ketinggalan pula PSL (Pemuda Sahabat Laut) desa Angsana.

Kegiatan ini dilakukan dengan menempuh beberapa tahap diantaranya persiapan, pelaksanaan dan monitoring kegiatan.  Pada tahap persiapan, dilakukan pembuatan substrat transplantasi yang terdiri dari adonan semen, batu dan pasir (cor) yang dicetak pada cetakan yang terbuat dari pipa paralon yang berdiameter 8 dan 5 in kemudian memberi label (tagging) pada substrat tersebut untuk memudahkan pemantauan nanti.  Kemudian tahap pelaksanaan kegiatan dilakukan launching ke perairan laut dengan melibatkan masyarakat setempat.  Pada tahap monitoring, dilakukan pemantauan selama 4 bulan sekali, jadi dalam 1 tahun dilakukan sebanyak 3 kali monitoring.  Kegiatan monitoring rencana akan dilakukan pada bulan Mei, September dan bulan Desember 2009 mendatang, dengan melakukan pendataan mengenai pertumbuhan dan SR (survival rate) atau tingkat kelangsungan hidup karang serta kondisi kualitas perairan di lokasi transplantasi karang.

            Kegiatan ini dilakukan selama 1 bulan (desember 2009) dari persiapan sampai launching ke perairan laut.  Transplantasi ini ditanam di sebelah utara Karang Kima Angsana tepatnya pada titik koordinat  003° 47’ 31.6” LS dan 115° 36’ 29.5” BT yang ditanam tanggal 28 Desember 2009 silam.  Lokasi ini dipilih karena cukup tenang sehingga aman dan terhindar dari gempuran ombak karena terlindung oleh gugusan karang.

            Kegiatan ini berguna untuk percontohan bagi masyarakat setempat dalam mentransplantasi terumbu karang, dimana jika dibandingkan dengan metode rak besi, metode ini lebih sederhana dan biaya yang dikeluarkan pun lebih murah.  Bibit karang yang digunakan berasal dari sekitar lokasi dimana transplantasi karang akan dilakukan, yakni dari Karang Kima itu sendiri.

Tahap-tahap pelaksanaan demplot transplantasi karang metode lepas dasar
Untuk mempermudah dalam monitoring nanti, lokasi transplantasi diberi tanda berupa bendera biru yang diikatkan pada pelampung (buoy).  Substrat transplantasi ini ditanam sebanyak 50 buah dimana dalam 1 buah substrat terdapat 4 buah bibit karang, hingga total semua bibit karang yang ditransplantasi ada sebanyak 200 buah bibit.  Transplantasi ini ditanam dengan mengikatkan bibit karang pada substrat transplantasi kemudian diletakkan di dasar perairan di lokasi terumbu karang yang akan direhabilitasi (ditransplantasi).  Pengikatan karang dilakukan dengan mengikatkan bibit karang ke pipa paralon kecil menggunakan klem plastik. (echo).
Akhirnya mari kita semua untuk dapat menjaga dan melestarikan terumbu karang :

SAVE OUR CORAL REEFS…!!!
“Terumbu Karang sehat ikan melimpah, terumbu karang rusak ikan pun musnah”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar