Senin, 10 Desember 2012

Terumbu Karang, Prosfek Di Masa Kini dan Masa Depan...


Terumbu karang, rumah bagi ikan dan biota laut lainnya
       Dewasa ini pembangunan di segala bidang telah digalakkan oleh pemerintah, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya, industri, teknologi dan lain sebagainya yang pasti dengan adanya peningkatan pembangunan di segala bidang, bertujuan untuk mencapai  masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur.  Oleh karena itu, demi tercapainya tujuan tersebut, kita selaku warga negara yang baik seyogyanya mendukung upaya-upaya tersebut dengan cara ikut serta baik dalam pemikiran, tindakan maupun perbuatan yang nyata pula.


    Dalam bidang pariwisata, terumbu karang sangat memegang peranan yang sangat penting dan sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai wisata bahari dan terumbu karang seperti snorkeling dan diving. 
Di bidang kelautan dan perikanan, terumbu karang mampu menyediakan berbagai kebutuhan dan sumber pangan dan sekaligus sebagai sumber protein hewani bagi umat manusia, yang sangat berperan dalam perkembangan otak dan daya fikir (kecerdasan) anak pada masa pertumbuhannya.  Selain itu, terumbu karang juga berfungi sebagai pelindung garis pantai dari abrasi.
Karang Massiv (Kiri) dan Sponge (Kanan)
 Sebagai sumber protein, terumbu karang menyediakan berbagai jenis ikan yang bersimbiosis dengan biota-biota laut yang ada di dalamnya seperti family seranidae (kerapu), lutjanidae (kakap), lethrinidae (ketamba), acanthuridae (botana), mulidae (biji nangka), siganidae (beronang), hamulidae (bibir tebal), carangidae (kueh), chaetodontidae (kepe-kepe), pomachenridae (betok laut), pomacanthidae (napoleon), ephippidae (platak) dan lain sebagainya.




Bagi biota yang hidup di dalamnya, terumbu karang berperan sebagai tempat mencari makan (feeding), daerah asuhan (nursery ground), berpijah/kawin (spawning), berlindung dari predator (protection), dan lain sebagainya.   Yang pasti, terumbu karang merupakan “rumah ikan” (Home of Fishes) atau tempat tinggal bagi ikan dan biota laut lainnya.  Coba anda bayangkan, bagaimana jikalau anda tidak punya rumah, atau punya rumah tetapi rusak dan tidak layak huni, apakah anda betah untuk tinggal disana? Sudah barang tentu begitu juga bagi ikan, jika terumbu karang rusak maka ikan akan sedikit, sebaliknya jika terumbu karang sehat, ikan pun akan berlimpah pula.

           Dalam bidang pendidikan, terumbu karang merupakan arena untuk studi atau penelitian di segala bidang. Dewasa ini, khususnya di bidang farmasi dan kedokteran, para ilmuwan di negara maju telah meneliti sejauh mana manfaat terumbu karang, dimana terumbu karang bisa digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit.
Kondisi karang yang ada di dasar laut
          Berdasarkan hasil penelitian di Filipina, bahwa 1 km2 terumbu  karang  sehat  dapat menghasilkan  keuntungan  sebagai berikut : $15.000-$45.000/tahun dari perikanan secara berkelanjutan, $2.000-$20.000/tahun dari keuntungan pariwisata dan ekonomi, $5.000-$25.000 dari perlindungan pesisir (abrasi), sehingga total keuntungan/pendapatan potensial  antara $32.000-$113.000/km2/tahun (White and Cruz-Trinidad, 1998).


Namun, berbanding terbalik dari hal tersebut di atas, sangat disayangkan berbagai nilai ekologis dan ekonomis terumbu karang yang tinggi ini sekarang sedang mengalami penurunan yang sangat mengkhawatirkan akibat degradasi dan kerusakan yang cukup parah.  Dari sekitar 85.000 km2 luas terumbu karang di Indonesia, lebih dari 40 % dalam kondisi rusak dan hanya sekitar 6,5% dalam kondisi sangat baik.  Jika hal ini kita biarkan, sudah barang pasti anak dan cucu kita hanya bisa mendengar dan melihat pada gambar, tanpa dapat menyentuhnya apalagi bercengkerama langsung dengan ikan dan terumbu karang. Coba anda bayangkan…..!!!

            Nah, kalo kita sudah tahu betapa hebat dan pentingnya peranan terumbu karang dalam kehidupan kita, maka sebagai warga negara yang baik, berakhlakul karimah dan bertanggung jawab, kita harus mengisi kemerdekaan bangsa kita dengan hal-hal yang positif dan berguna baik bagi agama, nusa dan bangsa juga lingkungan sekitar, yang dalam hal ini terkhusus untuk terumbu karang.  Sebab mengisi kemerdekaan itu tidak hanya angkat senjata ke medan perang, tetapi juga harus dilakukan pada saat pasca kemerdekaan itu sudah kita rebut.

Sponge yang terdapat di dasar slove Karang Kima
Perlu kita ingat bahwa mengisi kemerdekaan bukanlah hanya pada kegiatan-kegiatan pembangunan fisik dan sarana prasarana yang bisa dilihat secara nyata saja, tetapi juga yang terpenting terhadap hati dan jiwa  manusia, termasuk di dalamnya menanamkan rasa sayang, rasa memiliki dan rasa mencintai kepada sesama manusia, dan tidak kalah pentingnya….kepada alam, salah satunya terumbu karang.

            Kalau bukan kita-kita, siapa lagi yang akan memperhatikan terumbu karang??? Maka dari itu, kami menghimbau kepada kita semua, selamatkan terumbu karang kita, karena terumbu karang merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat yang hidup di wilayah pesisir.

            Bagaimana cara kita menyelamatkannya??? Untuk menyelamatkannya kita harus mempunyai strategi-strategi yang mantap dan bisa diandalkan.  Ada 9 strategi yang dapat kita lakukan dalam mengelola terumbu karang :

  1. Pengelolaan ekosistem terumbu karang yang berbasis masyarakat (pemberdayaan masyarakat pesisir)
  2. Pengurangan degradasi terhadap terumbu karang
  3. Pengelolaan terumbu karang berdasarkan karakteristik ekosistem, potensi, tata ruang wilayah, pemanfaatan, status hokum dan kearifan masyarakat pesisir
  4. Perumusan dan pengkoordinasian program-program pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota, pihak swasta dan masyarakat
  5. Menciptakan dan memperkuat komitmen, kapasitas dan kapabilitas bagi pengelola terumbu karang
  6. Pengembangan dan peningkatan dukungan masyarakat luas dan peningkatan kesadaran seluruh lapisan masyarakat mengenai arti penting nilai ekonomis dan ekologis dari ekosistem terumbu karang
  7. Penyempurnaan berbagai peraturan perundang-undangan serta definisi criteria keberhasilan pembangunan dalam upaya pelestarian terumbu karang
  8. Peningkatan jaringan dan kemitraan antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, swasta, LSM dan masyarakat itu sendiri
  9. Peningkatan penegasan komitmen pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, swasta, LSM dan masyarakat serta mencari dukungan lembaga dalam dan luar negeri dalam penyediaan dana untuk mengelola ekosistem terumbu karang.
Transplantasi metode rak besi
Selain strategi tersebut di atas, ada beberapa teknis yang dilakukan untuk merehabilitasi terumbu terumbu karang.  Pertama, dengan cara melakukan transplantasi atau pencangkokan (Reefs transplantation) terumbu karang, yaitu dengan mengikatkan anakan karang pada sebuah substrat agar pada saat tumbuh anakan karang tidak mudah hanyut terbawa oleh arus air.  

Metode transplantasi ini ada yang menggunakan rak besi dan ada pula yang tidak, tergantung biaya yang tersedia dan tujuan kegiatan, sebab kalau menggunakan rak besi biaya yang diperlukan lumayan mahal. Kedua, dengan cara melakukan atau pengolahan terumbu karang buatan (artificial reefs), dengan membuat semacam bangunan atau apa saja yang berguna sebagai tempat atau substrat bagi benih karang untuk menempel.  

Transplantasi karang metode lepas dasar
Ketiga, dengan cara menggabungkan kedua metode tersebut, yakni dengan membuat terumbu karang buatan sekaligus sebagai tempat transplantasi terumbu karang.  Terhadap ketiga macam teknis ini, biasanya sering didatangi ikan-ikan sebab akan menjadi tempat persembunyian ikan-ikan karang dan biota lainnya.  Namun, walaupun terumbu karang ini bisa direhabilitasi tetapi memerlukan biaya yang tidak sedikit dan waktu yang sangat lama.  Untuk itu, sebagai warga Negara yang baik, seyogyanya kita bisa  mengelola dan memelihara terumbu karang, jangan malah merusak dan menyakitinya.  Karang juga punya perasaan kok…


Berikut rumus yang mutlak untuk diperhatikan dalam mempelajari kondisi terumbu karang, yakni : “jika terumbu karang sehat maka ikan berlimpah, pendapatan nelayan pun bertambah - jika terumbu karang rusak maka ikan pun musnah, pendapatan nelayan pun manggah.  Hendaknya kalimat tersebut bisa kita renungkan bersama.

Marilah kita mengisi kemerdekaan yang dititipkan kepada kita semua, dengan melakukan segala hal yang positif dan berguna baik bagi nusa, bangsa dan agama, dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada secara ramah lingkungan dan bertanggung jawab.
SAVE OUR CORAL REEFS!!!

 Oleh : Eko Prio Raharjo, S.Pi - Pemerhati Terumbu Karang

Senin, 30 April 2012

Dengan Bereproduksi, Karang Bisa Menjadi Lebih Banyak

Apa anda tahu??? terumbu karang termasuk golongan "hewan" atau "tumbuhan"??? Nah, untuk menjawab soal itu, anda harus tahu terlebih dahulu apa itu terumbu karang. Terumbu karang merupakan kumpulan ribuan karang yang menjadi tempat hidup, berkembang biak, tumbuh, berlindung, serta sebagai tempat mencari makan bagi ikan-ikan dan biota-biota laut yang ada di dalamnya.


Selain itu, terumbu karang juga berfungsi sebagai penahan abrasi daerah pesisir dari gempuran ombak dan badai.  Di sisi lain, terumbu karang berguna sebagai bahan baku obat-obatan, sebagai obyek wisata serta sebagai obyek penelitian dan pendidikan serta sebagai tempat berlindungnya biota-biota langka.

Terumbu karang yang ada di dasar laut tampak seperti tumbuhan laut, tetapi sebenarnya mereka adalah sekumpulan hewan-hewan kecil yang disebut Polyp.  Polyp adalah makhluk yang sangat sederhana dan merupakan "hewan" yang tak mempunyai tulang belakang.  Polyp ini masih merupakan kerabat dekat dengan ubur-ubur, namun ukurannya saja yang lebih kecil.
           
Pada polyp terdapat tentakel yang berfungsi untuk menangkap berbagai jenis mangsa yang terdiri dari hewan dan tumbuhan laut yang sangat kecil (plankton).  Pada tentakel polyp ini terdapat racun untuk memudahkan dalam menangkap mangsa.
           
Nah, dengan penjelasan seperti tersebut di atas, anda pasti tahu siapa sebenarnya terumbu karang. Pada dinding polyp terdapat 3 lapisan yaitu lapisan ekstoderm, endoderm dan mesoglea.  Lapisan ekstoderm merupakan lapisan terluar, lapisan mesoglea merupakan lapisan yang berada di tengah dan lapisan endoderm merupakan lapisan yang paling dalam. Dalam memasak makanan, karang bersimbiosis dengn alga yang disebut Zooxanthellae yang merupakan pemasak makanan bagi karang.
Karang dan bagian-bagiannya
Reproduksi karang (Aseksual0
Seperti makhluk hidup yang lainnya, karang juga melakukan reproduksi untuk tetap beradaptasi dari kepunahan, hanya saja perlu diketahui bahwa waktu yang diperlukan oleh karang untuk tumbuh sangat lama, yakni mencapai puluhan, ratusan dan bahkan ribuan tahun.  Sebagai pembanding, selama 1 tahun rata-rata karang hanya dapat menghasilkan batu karang setinggi 1 cm saja, itu pun jikalau kondisi lingkungan perairan yang memadai.

Sebagai hasil sekreasi dari polyp karang, karang ini menghasilkan endapan-endapan kapur yang berfungsi untuk menyokong (penyangga).   Ada 2 cara karang bereproduksi, yaitu cara seksual dan aseksual.  Cara seksual dilakukan dengan cara bertemunya gamet jantan dan betina di dalam badan perairan kemudian membentuk zigot yang kemudian akan berkembang menjadi larva planula. 
Reproduksi karang (Seksual)
Sedangkan cara aseksual dilakukan dengan cara membelah diri (memperbanyak diri), hal ini akan dilakukan oleh planula ketika sudah tumbuh menjadi polyp karang.

 Dengan diketahuinya begitu besar manfaat terumbu karang dan pertumbuhannya sangat lambat, maka kami mengajak kepada semua pihak mari kita lestarikan terumbu karang!!!   
 Save Our Coral Reefs!!!

Oleh : Eko Prio Raharjo, S.Pi - Pemerhati Terumbu Karang

Minggu, 01 Januari 2012

Apa Itu "Bioreef"...???


Apakah bioreef itu?
Bioreef berasal dari kata “bio” artinya hidup dan “reef” artinya terumbu karang, jadi pengertian bioreef disini adalah suatu upaya untuk menumbuhkan terumbu karang secara alami dan ramah lingkungan.  Dalam hal ini, larva planula karang yang dihasilkan dari proses biologis (kawin) baik dengan cara membelah diri maupun seksual, akan melayang-layang di badan perairan dan akhirnya menempelkan diri pada substrat berupa batok kelapa (tempurung) yang telah didesain sedemikian rupa. 

Bagaimana asal usul bioreef itu?
Bioreef pertama kali diteliti oleh Balai Riset dan Observasi Kelautan (BROK) Kementerian Kelautan dan Perikanan di daerah Bali. Bioreef ini pertama kali di Kabupaten Tanah Bumbu diperkenalkan oleh Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak, dan ini merupakan pertama kali diuji coba di Pulau Kalimantan.  Bioreef ini dibuat dan dideploy di Karang Kima, Batu Anjir dan Batu Bajangan desa Angsana kecamatan Angsana kabupaten Tanah Bumbu dengan melibatkan pihak terkait seperti BPSPL Pontianak, BROK, FPIK Unlam, Diskanlut Kalsel, Dislutkan Tanbu, Penyuluh Perikanan (BP3KPD), Pemuda Sahabat Laut (PSL) Angsana, kelompok nelayan, kelompok POKMASWAS, perwakilan dari Bappeda, Dishub, Disbudpar dan tokoh masyarakat setempat.

Bagaimana prinsip dasar dan kegunaan bioreef itu?
Pertama, proses penempelan larva planula karang pada batok kelapa, baik hard coral maupun soft coral, hal ini terjadi setelah beberapa bulan pada saat deploy.  Kedua, penempatan bioreef hendaknya dilakukan pada wilayah terumbu karang yang masih baik sebab akan sangat membantu dalam penempelan planula karang (pada wilayah karang yang baik, tersedia/dihasilkan planula karang yang banyak pula).  Ketiga, setelah beberapa bulan dideploy dan sudah banyak planula karang yang menempel maka semua batok kelapa segera dipindahkan ke lokasi yang terumbu karangnya mengalami kerusakan (disarankan agar lokasi deploy tidak terlalu jauh dengan lokasi penebaran/pemindahan batok kelapa).  Untuk memperkuat posisi batok kelapa, bisa diberi pasak pada lobang yang ada di tengahnya (lobang bekas tiang aluminium).

Bagaimana bentuk bioreef secara fisik itu?
Berdasarkan hasil yang dibuat di Angsana, bioreef ini berbentuk segi empat persegi, dengan ukuran 50x50x5 cm (pxlxt) dan diberi 9 buah tiang aluminium dengan panjang tiang masing-masing 35 cm.  Ke 9 tiang tersebut diletakkan di tengah-tengah blok dasar berupa cor semen dan disusun dengan formasi 3x3 sesuai dengan ukuran batok kelapa yang ada, jika makin besar batok kelapa maka akan semakin besar pula blok dasar yang dibuat.  Masing-masing batok kelapa diberi lobang berbentuk segi empat dan dicor semen sesuai bentuk tiang aluminium agar mudah ditopang dan lebih kuat.  Untuk mempercepat penempelan larva, maka batok kelapa disusun sebanyak 4 lapis pada masing-masing tiang sehingga jumlah batok kelapa per unit bioreef ada sebanyak 3x3x4 = 36 buah.

Keterangan Gambar :

Batok kelapa
Blok semen



Tiang aluminium


Rangka besi


Klem plastik


:
:



:


:


:
Berfungsi sebagai media penempel planula karang. 
Berfungsi sebagai dasar/lantai bioreef, harus lebih kuat dan tahan lama, sebab setelah batok kelapa ditempeli planula karang dan dilepas dari tiang aluminium akan bisa digunakan untuk batok semen selanjutnya.
Berfungsi sebagai penahan batok kelapa agar kaut dan tidak bergerak sehingga mudah ditempeli/ditumbuhi planula karang.
Berfungsi sebagai penguat/pondasi blok semen dan tiang aluminium, juga sebagai tempat pegangan/  mengikat tali pada saat deploy berlangsung.
Berfungsi sebagai pengikat/pengunci susunan batok kelapa  supaya lebih kuat dan tidak mudah bergerak.

“BIOREEF is the way of concervancy,
Coral Reefs Rahabilitation……
SAVE OUR CORAL REEFS!!!”

Oleh : Eko Prio Raharjo, S.Pi - Pemerhati Terumbu Karang